Kisah seorang pendoa

27 11 2008

ketika kumohon pada Allah kekuatan

Allah memberiku kesulitan, agar aku menjadi kuat

Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan

Allah memberiku masalah untuk kupecahkan

Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan

Allah memberiku akal pikiran, untur berpikir

Ketika kumohon pada Allah keberanian

Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika kumohon cinta pada Allah

Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika kumohon pada Allah bantuan

Allah memberiku kesempatan

Aku tak selallu menerima apa yang kuminta

Tetapi aku menerima segala yang aku butuhkan





enaknya chatting dengan TUHAN

27 11 2008


Tuhan : Kamu memanggilku?

Aku : Memanggilmu? Tidak… ini siapa ya?

Tuhan : ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

Aku : Ya, saya memang berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

Tuhan : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk

Aku : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi sibuk.

Tuhan : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

Aku : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting.

Tuhan : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini. Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

Aku : OKE. Sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

Tuhan : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja, Analisalah yang membuatmu jadi rumit.

Aku : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

Tuhan : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

Aku : tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada bergitu banyak ketidakpastian.

Tuhan : Ketidakpastian itu tidak dapat dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

Aku : Tapi,begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

Tuhan : Rasa sakit tidak bisa dihindari. Tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

Aku : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

Tuhan : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik. Bukan sebaliknya.

Aku : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

Tuhan : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

Aku : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?

Tuhan : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berhela-hela.

Aku : Sejujurnya, di tengah segala persoalan in, kami tidak tahu harus kemana harus melangkah…

Tuhan : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah kedalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Meliaht kedalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

Aku : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

Tuhan : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarlah orang lain bekerja dengan waktu.

Aku : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

Tuhan : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh lagi saya berjalan. Selalu hitung apa yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

Aku : Apa yang menarik dari manusia?

Tuhan : Jika menderita dia bertanya “Mengapa harus Aku?”. Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

Aku : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

Tuhan : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya disini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

Aku : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

Tuhan : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. peganglah saat ini keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

Aku : Pertanyaan terakhir, Tuhan. Sering kali saya merasa doa-doa ku tidak dijawab.

Tuhan : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya TIDAK.

Aku : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

Tuhan : Oke. Teguhlah dalam iman dan buanglah rasa takut. hidup adalah misteri untuk dipecahkan., bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaku. hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

Tuhan has sign out

HAVE A BLESSED DAY!!!





Mulailah dengan yang Kanan

20 11 2008


“Mulailah dengan yang kanan” itulah petuah Nabi Muhammad sekitar 14 abad yang silam. Apa artinya? Ternyata, penafsirannya luas sekali. Salah satunya dahulukan anggota tubuh sebelah kanan dalam keseharian maupun dalam beribadah. Sementara itu penafsiran lain menurut Ary Ginanjar dalam ESQ-nya, “Mulailah dengan otak kanan” atau “Utamakan otak kanan.”Hm, otak kanan, apa penjelasannya?

Para ahli yang mulai meneliti sejak 1930-an percaya bahwa otak kiri adalah otak rasional, yang erat kaitannya dengan kecerdasan intektual (IQ), lebih bersifat logis, aritmatik, verbal, segmental, focus, serial (linier), mencari perbedaan dan bergantung waktu. Sementara itu otak kanan adalah otak emosional, yang erat kaitannya dengan kecerdasan emosional (EQ), bersifat intuitif, spasial, visual, holistic, difus, paralel (lateral), mencari persamaan dan tidak bergantung waktu.

Oleh karena sifat-sifatnya itulah, otak kanan bisa mencuatkan empati, keramahan, keikhlasan, syukur dan pemaknaan hidup. Bisa juga mencuatkan imajinasi, visi, intuisi dan sintesis yang mana itu semua mustahil dibersitkan oleh otak kiri. Konon dualisme otak inilah yang memojokkan manusia berpikir serbabiner. Sebut saja, ada berhasil-gagal, sayang-benci, hidup-mati, baik-buruk, dan seterusnya.

Terlepas dari itu, sadarkah kita akan rambu-rambu di jalan raya yang bertuliskan “Gunakan lajur kanan untuk mendahului”. Sering melihat kan? Entah pernah terlintas di benak anda atau tidak, rupa-rupanya untuk meraih kesuksesan, perintah tersebut juga berlaku seratus persen. Jelasnya “Gunakan otak kanan untuk mendahului yang lain.” Yah begitulah. Otak kanan adalah tiket untuk berada di posisi terdepan. Lebih dari 80 persen bahwa kesuksesan ditentukan oleh otak kanan. Alasan ringkasnya, lantaran tidak tercerainya antara otak kanan dengan EQ dan SQ . Sungguh otak kanan layak diutamakan.